Eksplorasi Blok Tanamalia, Vale Indonesia Bersiap Pasok Bahan Baku Baterai Kendaran Listrik

By Admin


Dok. PT Vale Indonesia
nusakini.com, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dikabarkan mulai menggencarkan pengembangan tambang baru di Blok Tanamalia, Luwu Timur. Langkah strategis perusahaan ini dinilai sejalan dengan program hilirisasi pemerintah untuk memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Sudirman Widhy Hartono, menyebutkan bahwa bijih nikel kadar rendah di kawasan tersebut sangat potensial. Material jenis limonit ini nantinya akan diolah melalui fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Menurut Sudirman, pengembangan area Tanamalia merupakan keputusan yang sangat relevan dengan tren industri saat ini. "Saat ini memang waktu yang tepat bagi perusahaan-perusahaan tambang nikel seperti PT Vale untuk melakukan pengolahan bijih nikel kadar rendah ini sehubungan dengan digencarkannya program produksi baterai nasional yang dicanangkan pemerintah," ungkapnya saat dihubungi pada Kamis (13/8/2026).

Blok Tanamalia sendiri dilaporkan sudah menjadi bagian dari konsesi perusahaan sejak era Kontrak Karya (KK) masa lalu. Namun, kegiatan eksplorasi baru bisa dilakukan secara masif setelah perseroan diduga mengantongi Izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari pemerintah pada pertengahan tahun 2025.

Selain potensi tambang nikel, proyek ini juga dikaitkan dengan rencana pembangunan smelter HPAL yang saling terintegrasi. Proyek pemurnian bernilai tinggi tersebut kabarnya akan melibatkan mitra strategis dari kalangan produsen otomotif asal Eropa.

Menanggapi rumor keterlibatan Volkswagen (VW) sebagai mitra bisnis, Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, belum memberikan konfirmasi akhir. "Nanti gini, kalau itu memang sudah formal, pasti kan di-announce kan," jelasnya usai menghadiri peluncuran buku di Jakarta pada Jumat (7/8/2026).

Beliau juga menegaskan bahwa ada kesepakatan kerahasiaan yang mengikat jalannya proses negosiasi dengan calon rekanan tersebut. Pihak manajemen berjanji akan segera mengumumkan rincian kerja sama kepada publik apabila seluruh persyaratan telah disepakati secara resmi. (*)